Analisis Kebangkrutan Metode Altman Z-Score dan Springate pada Subsektor Rumah Sakit di Bursa Efek Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.57141/kompeten.v5i2.309Keywords:
Kebangkrutan, Altman Z-Score, Springate, Subsektor Rumah Sakit, Bursa Efek Indonesia.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan hasil prediksi kebangkrutan menggunakan metode Altman Z-Score dan Springate pada perusahaan subsektor rumah sakit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sepuluh perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan dengan menghitung rasio keuangan berdasarkan model Altman Z-Score dan Springate, kemudian mengklasifikasikan kondisi keuangan perusahaan sesuai kriteria masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Altman Z-Score mengklasifikasikan sebagian besar perusahaan dalam kategori sehat, yaitu 7 perusahaan pada tahun 2020, meningkat menjadi 8 perusahaan pada 2021–2022, dan menurun menjadi 6 perusahaan pada 2023–2024, sementara 2 perusahaan konsisten berada pada kategori bangkrut. Metode Springate menghasilkan klasifikasi yang lebih konservatif, dengan 3 hingga 6 perusahaan berada pada kategori aman setiap tahunnya. Metode Altman Z-Score lebih sesuai digunakan untuk menggambarkan tingkat kesehatan keuangan perusahaan secara menyeluruh, sedangkan metode Springate lebih tepat digunakan sebagai alat peringatan dini (early warning system). Kedua metode memiliki karakteristik berbeda dan saling melengkapi dalam menilai kondisi keuangan serta potensi kebangkrutan perusahaan.



