Pengaruh Utang, Biaya Operasional, dan Pertumbuhan Pendapatan terhadap Keberlanjutan Gerai pada PT Fast Food Indonesia Tbk Periode 2016-2025
DOI:
https://doi.org/10.57141/kompeten.v5i2.324Keywords:
Debt to Asset Ratio, Biaya Operasional, Pertumbuhan Penjualan, Return on Asset, Keberlanjutan UsahaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh utang, biaya operasional, dan pertumbuhan pendapatan terhadap keberlanjutan gerai yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada PT Fast Food Indonesia Tbk periode 2016–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik sampling jenuh terhadap 10 laporan keuangan tahunan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi atas laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, Operating Expense Ratio (OER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan Sales Growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan, DAR, OER, dan Sales Growth berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai F hitung 322,827 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,991 menunjukkan bahwa 99,1% variasi ROA dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keberlanjutan operasional gerai membutuhkan pengelolaan keuangan yang terintegrasi melalui pengendalian penggunaan utang, efisiensi biaya operasional, dan peningkatan pertumbuhan penjualan.



