Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, dan Net Interest Margin terhadap Earning Per Share pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Periode 2016–2025
DOI:
https://doi.org/10.57141/kompeten.v5i2.348Keywords:
Inflasi, Suku Bunga, Net Interest Margin , Earning Per ShareAbstract
Earning Per Share (EPS) merupakan indikator bagi investor dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba per saham, yang pada perusahaan perbankan dapat dipengaruhi faktor makroekonomi, seperti Inflasi dan Suku Bunga, serta faktor internal, yaitu Net Interest Margin (NIM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Suku Bunga, dan NIM terhadap EPS pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk periode 2016-2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan selama sepuluh tahun pengamatan. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 27. Berdasarkan hasil uji t, Inflasi berpengaruh signifikan terhadap EPS (t hitung 2,484 > 2,44691; signifikansi 0,048 < 0,05), sedangkan Suku Bunga (t hitung 1,191 < 2,44691; signifikansi 0,279 > 0,05) dan NIM (t hitung 0,451 < 2,44691; signifikansi 0,668 > 0,05) tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS. Hasil uji F menunjukkan F hitung sebesar 3,714 < 4,76 dengan signifikansi 0,080 > 0,05, yang berarti Inflasi, Suku Bunga, dan NIM tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap EPS. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,475 menunjukkan bahwa 47,5% variasi EPS dapat dijelaskan oleh Inflasi, Suku Bunga, dan NIM, sedangkan sisanya sebesar 52,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini.



